- BAJU GAMIS BUSANA SERAGAM SANDAL SEPATU
- ATK Alat Tulis Kantor & ACCESORIS
- Perabot dan Peralatan Rumah Tangga serta Dapur
- Mainan Anak-Anak / Kid's Toy
- Ticket, Tour and Travel, HAJI-HAJIPLUS-UMROH
- KOMPUTER INTERNET TECHNOLOGY
- HypnoStudy -HypnoTherapy
- Taman Baca Masyarkat / TBM AL-MUBARROK
- AL-MUBARROK AGROBISNIS
- AL-MUBARROK PROPERTY and REAL ESTATE
- PELUANG BISNIS AL-MUBARROK bersama CAR 3i
AL-MUBARROK HypnoStudy
Dengan memanfaatkan metode Hypnosis membantu anda mengatasi masalah malas belajar, kesulitan belajar, minder, sulit tidur/insomnia, kecemasan berlebihan, gangguan kejiwaan, menguji kejujuran, analisi barang hilang / pendulum, rukyah rohani, ESQ, program ulang pikiran, Hypnostage, Hypnosleep
Tempat kami :
Urek-Urek Rt.27 Rw.04 kecamatan Gondanglegi kabpaten Malang
Total Tayangan Halaman
PELATIHAN
peningkatan keilmuan yang perlu ditingkatkan terus sampai akhir hayat
Asmaul Husna
H. ZAINUDDIN, ST
Headmaster MI. MIFTAHUL ULUM
Pengikut
pantai sendang biru
bersantai ria dengan teman-teman
Popular Posts
-
Hakikat rizki Rizki atau sering juga disebut rezeki, berasal dari kata rozaqo – yarzuku – rizqon, yang bermakna “memberi / pemberian”. Se...
-
IBNU ATHOILLAH ASSAKANDARI, Pengarang kitab Hikam. Nama lengkapnya adalah Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari. Ia la...
-
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id bin al-Muallat, katanya, "Aku pernah mengerjakan salat, lalu Rasulullah saw memanggilku, te...
-
Saya akan membahas tentang tata cara mempercepat Kinerja komputer, apakah anda punya kompuer atau Laptop yang sangat lambat walaupun spesifi...
-
وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا (60) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُو...
-
Diantara hadits yang menyebutkan keutamaan pembacaan surat yasin ini disebutkan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibn...
-
Bagi sebagian pemilik blog, mungkin terramat suangat uingin swekali mengetahui data-data dari para pengunjung blognya. Hal tersebut dijunt...
-
Melayani semua kebutuhan anda terhadap tiket pesawat udara, kapal laut bus, pariwisata, hotel, sewa / rental mobil ELF / HIACE, Innova, xen...
-
KH. Abdul Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional, salah seorang anggota BPUPKI dan perumus Pancasila dan merupakan Menteri Agama tiga kabi...
-
SUDAH SEBERAPA PEDULIKAH ANDA DENGAN ILMU PENGETAHUAN????? Berikut tulisan yang saya reposting dari dosen saya Bapak Khoirul Asfiya' ...
Blogger templates
Blogger news
Tab 1.1
Tab 1.2
Tab 1.3
Tab 2.1
Tab 2.2
Tab 2.3
Tab 3.1
Tab 3.2
Tab 3.3
Adu Domba, Cara Imperialis
Masih ingatkah saudara dengan masa-masa kepemimpinan GUS DUR...? Sedikit kita kilas baik.....
Banyak pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang menyakitkan umat Islam. Diantaranya komentar dia bahwa kerusuhan di Maluku terjadi akibat umat Islam di sana dianakemaskan. Gus Dur pun getol mempopulerkan pencabutan Ketetapan MPRS No. XXV/1966 tentang Larangan Penyebarluasan Ajaran Marxisme dan Leninisme.
Yang terakhir ini agaknya membuat Ketua MPR Amien Rais gerah. Sampai-sampai Amien hendak menjewer Gus Dur nanti pada sidang tahunan MPR yang tidak menutup kemungkinan berubah menjadi Sidang Istimewa. Gus Dur pun membalas dengan ucapan sengit bahwa Amienlah yang nanti akan kena jewer. Kontan saja sikap Amien Rais ini mendapat dukungan luas masyarakat. Antara lain memunculkan Laskar Jihad Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang bersorban dan bersenjatakan pedang. Mereka disamping bersiap untuk berangkat jihad ke Maluku, juga pada saat demonstrasi di istana negara menuntut Gus Dur mundur. Reaksi balik pun muncul. Apel sekitar 250.000 warga Barisan Anshor Serba Guna (Banser) di lapangan Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur tanggal 23 April lalu disinyalir sebagai salah satu bentuk reaksi terhadapnya.
Menyikapi fenomena ini sejumlah ulama di Jawa Timur mengharapkan agar Banser GP Anshor jangan dihadapkan dengan pasukan Laskar Jihad. Hal ini lantaran ada indikasi kelompok politik yang berusaha membenturkan antara kedua kelompok itu untuk memecah-belah persatuan umat Islam. Umat Islam hendak diadu domba. KH Yusuf Hasyim, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang mengatakan bahwa pihak asing yang tak mengharapkan Indonesia menjadi negara besar kini tengah berusaha memecah-belah menjadi tujuh negara. Sementara, lanjutnya, kekuatan yang ditakuti mereka adalah persatuan Islam. Akhirnya, mereka mempergunakan celah perbedaan antar kelompok umat Islam untuk diadu domba (Republika, 24/4/2000).
Upaya pengadudombaan antar kaum muslimin seperti disinyalir ini bukanlah fenomena baru. Dulu Belanda terkenal dengan politik devide et impera. Tulisan ini akan menelaah persoalan politik adu domba tersebut dengan perpektif Islam.
Adu Domba, Cara Imperialis
Setelah runtuhnya ideologi komunisme internasional, kalangan elite politik negara-negara Barat dan para pengikut mereka di negeri-negeri Islam tampak meyakini tesis Samuel Huntington (1996) yang menyatakan bahwa era berikutnya yang harus dihadapi Barat adalah era perbenturan budaya dengan Timur. Kekuatan Timur yang sangat ditakuti adalah Islam. Ini tampak jelas dalam implementasi kebijakan politik dan ekonomi oleh para elite politik, termasuk di negeri muslim seperti Indonesia.
Implementasi demikian dapat dilihat dalam bentuk upaya melemahkan segala bentuk kekuatan yang mungkin muncul dari negara atau ideologi Islam. Fenomena politik dan ekonomi di Indonesia akhir-akhir ini —seperti tekanan IMF, peremehan makna jihad, penangan kasus-kasus kezhaliman yang menimpa kaum muslimin Tanjung Priok, Maluku, Lampung, dan Aceh yang tak kunjung selesai, tekanan terhadap isu negara Islam, dan benturan antar elite politik muslim— merupakan bukti.
Upaya untuk menekan munculnya Islam ideologis atau untuk melemahkan kekuatannya pun terus-menerus dilakukan. Dengan demikian tidaklah mengherankan apa yang menjadi kebijakan Amerika dan NATO menekan Irak dan terus berada di belakang kasus Kurdi untuk melepaskan diri dari Irak. Di sana dibenturkan antara muslim Kurdi dengan muslim non Kurdi. Demikian pula di Iran. Dalam kasus pemilu yang baru lalu, dipertentangkan antara kelompok muslim yang disebut konservatif dengan kelompok muslim modernis yang sangat pro Barat dibawah pimpinan Khattami. Di Indonesia hal serupa terjadi. Kaum muslimin yang berjuang untuk menegakkan hukum Islam dihadapi oleh kaum muslimin yang hanya mengambil Islam "substansinya" saja, kelompok muslim tradisional dibenturkan dengan mereka yang disebut modernis.
Sayang, masih banyak kaum muslimin —sadar atau tidak— mau diadu domba dengan sesamanya hanya lantaran membela pemimpin yang berasal dari kelompoknya atau semata untuk membela partainya. Tanpa lagi memandang apakah pembelannya tersebut memang sesuai dengan ajaran Islam sehingga layak dan benar dilakukan ataukah tidak. Akhirnya, umat Islam dengan mudah diadu domba, dibayar, dan diprovokasi sehingga seolah yang bertarung adalah Islam dengan Islam. Kesatuan umat, persaudaraan, ghirah, kesetiakawanan, solidaritas, dan penghargaan pada nilai Islam nyaris hilang.
Melihat fenomena demikian, pendapat Ziauddin Sardar (1999) ada benarnya. Umat kita saat ini, menurutnya, adalah hasil gemblengan pemimpin yang masih mewarisi budaya kolonial yang terus menerapkan politik adu domba baik halus maupun kasar. Pemimpin di dunia Islam sekarang ini hanya komparador Barat. Hegemoni politik Barat terus-menerus menguasai pemimpin ini dan menerapkan standar ganda serta adu domba umat untuk tetap menguasai umat Islam yang memang berpotensi menjadi rival peradaban Barat. Bahkan dengan tegas Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani dalam buku At Takattul Hizbiy (1953) menyatakan bahwa musuh umat sebenarnya adalah imperialis Barat. Sedangkan, para penguasa kaum muslimin, para cendekiawan yang terbaratkan, dan kalangan zhallamiyyin yang membebek kepada ideologi mereka hanyalah merupakan pion-pion imperialis Barat yang sengaja dipasang untuk menghadang perjuangan menegakkan hukum Islam.
Jelaslah, upaya membenturkan antar umat hanyalah untuk menghambat lajunya kemenangan Islam dan melanggengkan cengkraman ideologi kapitalisme pimpinan Amerika.
Persoalan tadi mengingatkan kaum muslimin pada sabda Nabi SAW empat belas abad yang lalu :
"Sungguh aku meminta kepada Rabb-ku bagi umatku agar umatku itu tidak binasa karena wabah kelaparan dan musuh selain dari kalangan mereka sendiri tidak dapat menguasai mereka hingga masyarakat mereka terjaga. Dan sungguh Rabb-ku berfirman : Wahai Muhammad, sesungguhnya bila Aku telah menetapkan suatu putusan maka putusan itu tidak dapat ditolak. Sungguh Aku telah memberimu bagi umatmu bahwa mereka tidak dibinasakan oleh wabah kelaparan dan musuh selain dari kalangan mereka sendiri tidak dapat menguasai mereka hingga masyarakat mereka terjaga sekalipun dikepung dari berbagai penjuru, hingga mereka saling menghancurkan satu sama lain dan saling menawan satu sama lain." (HR. Muslim)
Hadits ini dengan jelas menyatakan bahwa umat Islam tidak akan hancur luluh lantaran dikepung bangsa-bangsa di dunia yang bersekutu melawan umat Islam. Kecuali bila mereka mendorong sebagian putra-putra umat ini melawan sesamanya. Umat Islam akan hancur lewat politik imperialis : adu domba !
Umat Islam, Bersatulah !
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara," (Al Quran Al Hujurat 10). Imam Qurthubi di dalam tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum mukminin adalah dalam hal dien dan kehormatan, bukan dalam nasab. Dan oleh karenanya, menurut beliau, persaudaraan dalam dien lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan nasab. Namun, sayang sikap dan perasaan ini tidak sepenuhnya diaplikasikan oleh kebanyakan kaum muslimin masa sekarang.
Lebih jauh lagi, Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bersatu melalui firman-Nya :
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk" (QS. Ali Imran 103).
Ayat ini turun mengenai kaum anshar yang mengalami sedikit konflik. Bermula dari melintasnya seorang yahudi pada kerumunan sekelompok kaum anshar yang merupakan penduduk pribumi kota Madinah. Kaum anshar yang berasal dari dua suku, yakni Al Aus dan Al Khazraj, ini pada masa jahiliyah saling berperang selama ratusan tahun. Setelah Islam datang, mereka masuk Islam dan dengan nikmat Allah SWT mereka bersaudara.
Pemandangan yang indah penuh ceria dalam kehidupan muslim itu menimbulakan iri hati Yahudi tersebut dan mendorong niat jahatnya untuk melakukan tindakan memecah-belah kaum muslimin, maka dengan tangkasnya Yahudi itu melakukan politik adu domba dengan mengisahkan kembali perang Bu'ats di masa jahiliyah dan menyebut-nyebut kejantanan, keperwiraan serta kemuliaan masing-masing suku sehingga hati mereka masing-masing menjadi panas bahkan masing-masing mulai mengambil senjatanya. Kabar tentang krisis itu segera sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau pun segera datang untuk melerai. Dengan tegas beliau saw berkata pada mereka: "Apakah kalian hendak membangga-banggakan dan menonjol-nonjolkan semangat jahiliyah padahal aku ada diantara kalian ?" Para sahabat anshar dari kedua suku itupun menyesal dan meletakkan senjatanya masing-masing. Demikianlah asbabun nuzul ayat tersebut.
Imam Ibnu Katsir (Tafsirul Quranil ‘Azhim, I, hal. 477) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan habl Allah (tali Allah) bisa juga berarti habl Allah adalah Alqur’an sebagaimana disebut dalam hadits marfu’ dari Ali r.a.: "Dia (Al Quran) adalah habl Allah yang teguh dan jalanNya yang lurus".
Dan Alqur’an yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa adalah satu-satunya kitabullah atau kitab samawi yang menjadi pedoman kaum muslimin. Dengan berpegang kepada kitab yang sama —yang merupakan wahyu Allah SWT baik lafazh maupun maknanya— kaum muslimin di manapun ia berada akan dapat bersatu padu dan berjuang bersama menegakkan agama Allah. Dengan pegangan yang sama, kaum muslimin akan muncul menjadi umat yang sukses dan selamat dunia akhirat. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya Alqur'an ini adalah habl Allah yang teguh. Dia adalah obat penyembuh yang bermanfaat. Dia menjadi pelindung (‘ishmah) bagi orang yang berpegang teguh kepadanya. Dan dia menjadi penyelamat orang yang mengikutinya". (HR. Ibnu Mardawaih dari Abdullah r.a.)
Imam Az Zamakhsyari (Tafsir Al Kasysyaf, I, hal. 386) memaknai firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 103 tersebut dengan nada sama. Beliau menyatakan arti ayat tadi adalah bersatulah kalian atas permohonan kalian kepada Allah, dan kepercayaan kalian kepadaNya, dan janganlah kalian berpecah belah. Bersatulah kalian atas berpegang teguh kepada janjiNya kepada para hambaNya, yaitu iman dan taat, serta bersatulah kalian dengan kitabNya.
Adapun kalimat "Walaa tafarraquu : Janganlah kalian bercerai berai!" disebutkan Imam Ibnu Katsir (ibid) bahwa dalam ayat ini Allah SWT menyuruh kaum muslimin untuk berjamaah dan melarang mereka bercerai berai. Sedang Az Zamakhsyari (ibid) menafsirkannya dengan : Janganlah kalian bercerai-berai dari kebenaran lantaran jatuh dalam perbedaan yang luar biasa sebagaimana pada bangsa Yahudi dan Nashrani. Atau perpecahan dan permusuhan yang kalian alami dulu di masa jahiliyah. Kembalilah kepada yang mempersatukan kalian, yaitu mengikuti kebenaran dan berpegang teguh pada Islam.
Tegas sekali, ayat ini memerintahkan kaum mukminin untuk bersatu atas dasar Islam dan untuk menegakkan Islam dengan hukum syara sebagai tolok ukurnya. Bukan bersatu demi pimpinan kelompok, partai, figuritas, ataupun fanatisme masing-ma-sing. Sebab, Al Quran sebagai tali kemenangan memang diturunkan Allah SWT sebagai metode kehidupan untuk membangkitkan umat dari kelemahan, kehinaan, keterbelakangan, dan keterpecahbelahan. Rasulullah saw, seperti dikutip Imam Ibnu Katsir, menegaskan hal ini :
" Sesungguhnya Allah SWT meridlai kalian tiga perkara dan memurkai kalian tiga perkara , Allah swt meridlai kalian jika kalian (1) menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun (2) berpegang kepada tali Allah dan tidak bercerai berai (3) kalian sering menasihati orang yang diserahi Allah kekuasaan/wewenang untuk urusan pemerintahan kalian ….".
Khatimah
Jelaslah bahwa Islam merupakan penyatu kaum muslimin. Sementara, semangat golonganisme, kesukuan dan kebangsaan adalah semangat jahiliyah yang kuno dan tidak layak dijadikan penyatu kaum muslimin. Apalagi hal itu dilakukan untuk berseteru dengan sesama muslim. Untuk itu, setiap muslim harus segera meninggalkan segala bentuk pemikiran dan ikatan kufur beralih pada ikatan Islam. Dengan demikian, setiap upaya untuk menjadikan sesama muslim saling berhadapan dalam bentrokan fisik wajib dihindarkan.
Namun, tidak berhenti sampai langkah cepat dan praktis ini saja. Langkah mendasar dan menyeluruh pun perlu segera dan terus dilakukan. Caranya, pertama, kembali kepada pemahaman-pemahaman (mafahim) Islam yang memang membuang jauh ego golongan, kesukuan, ataupun nasionalisme sebab sesama muslim adalah saudara yang harus saling membahu dalam menegakkan hukum Islam. Kedua, mengusir bisikan dan tipuan syaithan-syaithan dari kalangan imperialis kufur dan para pengikutnya yang justru melanggengkan umat dalam rasa golonganisme, kesukuan, dan nasionalisme. Dan ketiga, terus berupaya bersatu untuk menyatukan umat Islam di sini dengan negeri-negeri Islam lainnya dalam naungan Daulah Khilafah Rasyidah. Dengan ketiga langkah tersebut insyaalah umat terbebas dari perangkap adu domba! Insyaallah!
Segera Hubungi Kami di :
Toko Komputer AL-MUBARROK
Menyediakan dan melayani semua keperluan Komputer, Laptop, Internet dan Jaringan, cetak undangan dan banner serta kebutuhan perangkat teknologi lainnya.
Taman Baca Masyarakat
Menyediakan secara gratis semua buku bacaan dan kajian keilmuan dan pengetahuan anda, free WIFI dan gratis konsultasi Pendidikan dan Bisnis
Haji 2010
wukuf dipadang arofah
klik tengah / play untuk memutarnya.....
TENTANG SAYA
Blog Archive
-
▼
2012
(104)
-
▼
Januari
(46)
- ALQUR'AN PENJAGA MASA DEPAN ALAM SEMESTA
- MENGATASI PEMBAJAKAN FACEBOOK
- ALLAH MAHA MELIHAT
- JUBAH SEKEDAR MENUTUPI KEKUFURAN KHADAFI, Hati-Hat...
- ISLAM dan ILMU PENGETAHUAN-TEKNOLOGI (IPTEK)
- LEBIH DEKAT DENGAN ALQUR'AN dan NABI MUHAMMAD
- Adu Domba, Cara Imperialis
- ORANG KRISTEN MASUK ISLAM
- HUBUNGAN SEKS SUAMI-ISTRI DALAM PANDANGAN ISLAM
- PENTINGNYA NIAT DALAM SUATU PERBUATAN
- PENTINGNYA KELUARGA DALAM PENDIDIKAN
- الدنيا والآخرة
- Cara Melacak Jejak Pengunjung Blog
- SURAT ALFATIKHAH
- SURAT AL-KAHFI
- Keutamaan Nabi Muhammad SAW
- Cara Memperbaiki Memori Ram Komputer Rusak / Mati
- Membuat Read More Manual di Blog
- TRIK MEMPECEPAT KINERJA KOMPUTER - LAPTOP
- Keutamaan Sholat Tahajud
- FADHILAH MEMBACA SURAT AL-WAQIAH
- Kunci Rahasia Memperoleh Rizki Barokah Berdasar Al...
- fadhilah ayat kursi
- Ulumul Qur'an
- menjenguk orang sakit
- Fadilah Surat Yasin
- Amal Sholeh dan Keimanan serta dampaknya dalam keh...
- upacara ritual dan doa tolak bala
- Jihad Bukan Kejahatan
- Kronologi Turunnya AI-Quran
- Mengenal ilmuwan PLATO
- Mengenal sosok ARISTOTELES
- Manfaat Mengingat KEMATIAN
- Tips Menghilangkan Flek Hitam di Wajah
- ALBERT EINSTEIN salah tokoh yang berpengaruh didunia
- Pendekatan Contextual Teaching Learning dalam Pemb...
- Ilmu Kesehatan Dipelopori Oleh Islam, IBNU SINA : ...
- Islam Sebagai Solusi Bagi Perdamaian Dunia
- Penciptaan Alam Semesta Dalam Pandangan Al-Qur'an
- TEKNOLOGI DALAM PANDANGAN ISLAM
- BAHAYA MENINGGALKAN SHOLAT
- KRISTEN, PENYALAHGUNA AJARAN SUCI NABI ISA AS
- Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
- Keutamaan Membaca Sholawat
- pentingnya pendidikan islam sejak dini
- pendidikan karekter bangsa melalui sabar
-
▼
Januari
(46)

